Academic Research and Practice on Electrolyzed Potassium Chloride Hypochlorous Acid Water in Seed Treatment and Seedling Cultivation
Jun 09, 2026
Academic Research and Practice on Electrolyzed Potassium Chloride Hypochlorous Acid Water in Seed Treatment and Seedling Cultivation

Patogen yang terbawa benih dan tingginya insiden penyakit tular tanah selama tahap pembibitan merupakan penyebab utama rendahnya tingkat kemunculan, bibit yang lemah, kematian bibit, dan kegagalan budidaya. Metode disinfeksi benih tradisional baik tidak tuntas dalam sterilisasi atau rentan merusak embrio benih, sehingga memiliki kekurangan teknis yang jelas. Makalah ini mengintegrasikan hasil akademik dalam negeri dan internasional dalam ilmu benih dan budidaya pembibitan, menganalisis mekanisme air hipoklorit kalium klorida terionisasi dalam disinfeksi benih, promosi perkecambahan, dan perlindungan bibit, serta memvalidasi efeknya dalam memperkuat bibit, meningkatkan ketahanan terhadap stres, dan mencegah penyakit melalui kasus praktis di dalam dan luar negeri, sehingga memberikan referensi teknis untuk produksi pembibitan yang terstandar dan hijau.

t04ae21ae6299d9d831

Budidaya pembibitan adalah langkah mendasar dalam penanaman pertanian. Patogen seperti *Pythium* (damping-off), *Rhizoctonia* (busuk batang), dan *Colletotrichum* (antraknosa) yang melekat pada permukaan benih, bersama dengan mikroorganisme berbahaya dalam media tanam, dengan mudah dapat menyebabkan penyakit bibit, yang mengakibatkan kemunculan tidak merata dan kematian bibit. Agen perendaman benih kimia yang umum digunakan saat ini meninggalkan residu dan mudah membakar embrio benih, sedangkan metode fisik seperti perendaman air hangat atau penjemuran memiliki efek disinfeksi yang terbatas dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pencegahan penyakit pada produksi pembibitan skala besar.

Air hipoklorit kalium klorida terionisasi, dengan karakteristik yang lembut namun efisien, bebas residu, dan meningkatkan pertumbuhan, telah muncul sebagai teknologi pilihan baru untuk perlakuan benih dan perlindungan bibit. Menurut studi khusus tentang benih dan pembibitan yang diterbitkan dalam jurnal internasional yang ditinjau sejawat *HortScience* pada tahun 2022, perlakuan benih dengan air hipoklorit kalium klorida terionisasi 50–100 ppm dapat secara menyeluruh menghilangkan patogen berbahaya pada permukaan dan celah benih, dengan cakupan disinfeksi yang jauh lebih unggul dibandingkan metode tradisional. Data eksperimen menunjukkan bahwa setelah benih mentimun, padi, tomat, dan tanaman lainnya direndam pada konsentrasi ini, tingkat perkecambahan meningkat 15%–20%, keseragaman bibit meningkat secara signifikan, dan insiden damping-off serta busuk batang menurun lebih dari 80%. Selain itu, lingkungan air yang sedikit asam melunakkan kulit benih dan mengaktifkan aktivitas enzim benih, sementara ion kalium yang dihasilkan oleh elektrolisis memberikan suplementasi nutrisi. Kombinasi ini secara efektif mematahkan dormansi benih dan mendorong munculnya radikula, sehingga mencapai efek terpadu berupa "sterilisasi, pencegahan penyakit, promosi perkecambahan, dan penguatan bibit."

u=911753532,3792404261&fm=199&app=68&f=JPEG

Penelitian pembibitan dalam negeri semakin menyempurnakan sistem penerapan teknis ini. Uji terkait di Northwest A&F University telah memastikan bahwa air hipoklorit kalium klorida terionisasi cocok untuk produksi bibit sayuran, biji-bijian, dan bunga. Dibandingkan dengan air terionisasi berbasis natrium klorida, sifatnya yang bebas natrium menghindari kerusakan tekanan osmotik pada benih, menawarkan keamanan yang lebih tinggi untuk budidaya bibit dan secara efektif mencegah stres garam, sehingga sangat sesuai untuk produksi terstandar di persemaian bibit intensif berskala besar.

Di Belanda, sebuah persemaian bibit hidroponik skala besar telah mengintegrasikan teknologi ini ke dalam proses standarnya. Melalui pendekatan terpadu berupa perendaman benih dengan air asam hipoklorit, penyemprotan media tanam, dan irigasi berkala selama tahap pembibitan, masalah patogen pada pipa hidroponik dan media tanam telah sepenuhnya teratasi. Bibit mengembangkan sistem akar yang kuat dan toleransi terhadap stres yang meningkat secara signifikan, dengan tingkat kelangsungan hidup naik 22% dan siklus budidaya dipersingkat 3–5 hari.

Penerapan praktis di persemaian bibit mentimun dan padi skala besar di Shandong, China, menunjukkan bahwa merendam benih dengan 100 ppm air hipoklorit selama 30 menit, dikombinasikan dengan penyemprotan berkonsentrasi rendah secara berkala selama tahap pembibitan, memberikan pengendalian penuh terhadap penyakit bibit, sangat mengurangi tingkat bibit lemah, dan mempercepat pemulihan setelah transplantasi, sehingga meletakkan dasar yang kokoh untuk hasil tinggi yang stabil di kemudian hari.

Kesimpulannya, air hipoklorit kalium klorida terionisasi memiliki nilai aplikasi yang tinggi dalam perlakuan benih dan budidaya pembibitan. Teknologi ini menggabungkan keamanan, efikasi tinggi, dan manfaat pertumbuhan tambahan, serta secara sempurna memenuhi kebutuhan pengembangan produksi pembibitan hijau modern. Teknologi ini mudah dioperasikan, berbiaya rendah, dan tidak meninggalkan residu pestisida. Teknologi ini dapat sepenuhnya menggantikan metode disinfeksi kimia tradisional dalam produksi pembibitan dan memiliki potensi kuat untuk promosi industri secara luas.

Referensi:[1]Lévesque et al. Prevention of Phytotoxic Effects of Regenerative In Situ Electrochemical Hypochlorination in Recirculating Hydroponic Systems[J]. *HortScience*, 2022, 58(1): 7-13. [2] Luan Guangzhong. A method for controlling eggplant diseases in greenhouses using electrolyzed water[P]. China Patent: CN109566203A, 2019.


Berikutnya:Tidak ada lagi konten